Sahabat...
andaikan ajal menggunakan sistem pemberitahuan
apa kira-kira yang bisa kita bayangkan?
APA YANG KITA LAKUKAN JIKA DIKABARKAN SERATUS TAHUN LAGI?
apakah akan bersenang-senang dan berpesta pora?
itupun kalau ada duitnya....
ataukah hanya bersantai dan berleha-leha?
itupun kalau ada tempat untuk bersantai...
lalu bagaimana kalau tidak punya duit?
lalu bagaimana kalau tidak ada tempat bersantai?
APA YANG KITA LAKUKAN JIKA DIKABARKAN 1 TAHUN LAGI?
akankah masih berfikir untuk mengumpulkan harta?
menumpuk kekayaan sampai tujuh turunan?
ataukah gelisah dan serba salah?
mulai mengumpulkan amal satu persatu untuk menambah point pahala?
masih maukah mencari tempat makan berkelas dan view yang indah?
masihkan berkunjung ke tempat glamour dan pesta-pesta?
sudah cukup waktu itu sebagai dasar kita memperoleh surga????
APA YANG KITA LAKUKAN JIKA DIKABARKAN 1 MINGGU LAGI?
masihkah kita bisa tidur?
masihkah kita bisa makan?
masihkah kita bisa tersenyum?
ataukah sepanjang waktu teruuuusssss beribadah....
semua harta terus disedekahkan....
zakat 2,5% segera ditunaikan...
semua keluarga, saudara dan teman disalami dan dimintakan maaf
sepanjang malam menangis memohon taubat...
semua dunia kita tinggalkan...
hingar bingar dan hiruk pikuk keramaian kita lupakan
kita sungguh-sungguh berusaha tuk membersihkan diri dan menyucikan jiwa
agar bisa menghadapnya dengan jiwa yang bersih...
LALU BAGAIMANA JIKA DIKABARKAN HANYA SEHARI ATAU SEJAM LAGI?
saya kira kita akan segera dan secepat mungkin membuat kepentingan strategis,
semua tanah segera diwakafkan
semua harta kita sedekahkan
hak orang lain segera dikembalikan
tangisan air mata tuk peroleh maaf sampai kemana-mana
sebuah pentas dramatis atas sikap hidup yang fantastis
perubahan sikap hidup dan cara pandang 3600 derajat
kanvas hitam menjadi putih
perilaku kotor menjadi sangat terpuji....
Pertanyaannya adalah...
apakah untuk mengubah sikap kita harus ada pemberitahuan ajal yang kan
tiba..????
haruskah pakai surat ekspedisi dengan nota tanda terima?
haruskah....
haruskah....
haruskah....
mari kita bertanya pada diri kita sendiri?